Minggu, 01 Mei 2016

CLOUD COMPUTING DAN PERPUSTAKAAN


2.1 Apa itu Cloud computing?
Apa itu Cloud Computing? Cloud Computing telah berada disekitar kita selama beberapa tahun belakangan ini, dan telah menjadi lebih dari sekedar trend, tetapi menjadi layanan dinamik yang mengubah bukan hanya tentang bagaimana sebuah bisnis dijalankan, akan tetapi juga tentang bagaimana sebuah layanan disediakan. Cloud Computing atau bisa disebut dengan komputasi awan adalah gabungan antara pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dan pengembangan berbasis internet (awan). Banyak nya cara tentang bagaimana cara mengakses informasi secara personal, menyebabkan infrastruktur komputer kita menjadi sangat kompleks, ketika teknologi informasi kita sangat terbatas, kebutuhan untuk dapat mengakses informasi berkembang dengan sangat cepat. Hal ini menyebabkan adanya desakan tentang bagaimana memanage informasi dan ketersediaannya untuk dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. 
                                              


1.1 Cloud Computing

Cloud Computing bisa mentransformasikan cara bagaimana sistem dibuat dan layanan dikirimkan, menyediakan perpustakaan dengan kesempatan untuk mengembangkan dan memperluas  jangkauannya. Cloud Computing menyediakan layanan yang bisa dipergunakan oleh pengguna, dimana pengguna tidak lagi harus memikirkan tentang bagaimana dan program apa saja yang harus digunakan dalam memperoleh suatu layanan.
Ketika berbicara tentang sistem cloud computing, akan memudahkan jika kita membaginya menjadi dua bagian: front end dan back end. Mereka terhubung satu sama lain melalui jaringan, biasanya Internet. Front end adalah sisi pengguna komputer, atau klien. Back end adalah “awan” dari sistem.
            Front end termasuk komputer klien (atau jaringan komputer) dan aplikasi, diperlukan untuk mengakses sistem cloud computing. Tidak semua sistem cloud computing memiliki antarmuka pengguna yang sama. Layanan seperti e-mail berbasis Web memanfaatkan browser Web yang ada seperti Internet Explorer atau Firefox. Pada sistem lain ada yang memiliki aplikasi unik yang menyediakan akses jaringan untuk klien.

Di back end sistem adalah berbagai komputer, server, dan sistem penyimpanan data yang menciptakan “awan” layanan komputasi. Secara teori, sebuah sistem cloud computing dapat mencakup hampir semua program komputer yang dapat Anda bayangkan, dari pengolahan data sampai video game. Biasanya, setiap aplikasi akan memiliki dedicated server sendiri.
Sistem Cloud bekerja menggunakan internet sebagai server dalam mengolah data. Sistem ini memungkinkan pengguna untuk login ke internet yang tersambung ke program untuk menjalankan aplikasi yang dibutuhkan tanpa melakukan instalasi. Infrastruktur seperti media penyimpanan data dan juga instruksi/perintah dari pengguna disimpan secara virtual melalui jaringan internet kemudian perintah – perintah tersebut dilanjutkan ke server aplikasi. Setelah perintah diterima di server aplikasi kemudian data diproses dan pada proses final pengguna akan disajikan dengan halaman yang telah diperbaharui sesuai dengan instruksi yang diterima sebelumnya sehingga konsumen dapat merasakan manfaatnya.
Contohnya lewat penggunaan email seperti Yahoo ataupun Gmail. Data di beberapa server diintegrasikan secara global tanpa harus mendownload software untuk menggunakannya. Pengguna hanya memerlukan koneksi internet dan semua data dikelola langsung oleh Yahoo dan juga Google. Software dan juga memori atas data pengguna tidak berada di komputer tetapi terintegrasi secara langsung melalui sistem Cloud menggunakan komputer yang terhubung ke internet.

2.2 Masalah yang dihadapi

Dunia komputasi awan merupakan dunia baru karena tidak semua orang mengetahui teknologi baru tersebut. Karena masih baru tersebut muncul beberapa masalah dalam pengenalannya ke dunia luar. Contohnya komputasi awan merupakan sarana penyimpanan data melalui jaringan internet maka internet wajib bagi pemakai komputasi awan apabila terjadi masalah dalam internet maka akan menyebabkan komputer tersebut menjadi lambat karena proses yang terlalu lama. Masalah lain adalah jika suatu perusahaan menggunakan komputasi awan dalam penyimpanan datanya maka akan sangat tergantung pada vendor (penyedia layanan komputasi awan) karena perusahaan tersebut tidak mempunyai server langsung dalam komputasi awan dan juga apabila vendor mempunyai layanan backup yang buruk atau server pada vendor rusak akan menyebabka kerugian besar pada perusahaan tersebut karena semua data yang tersimpan pada vendor akan mengalami masalah. Jika ingin menggunakan komputasi awan juga harus tersedia bandwidth yang besar karena data yang keluar masuk dalam sebuah akun tidak sedikit, maka dari itu dibutuhkan bandwidth yang berukuran besar agar mampu menampung data yang ditransfer.
Masalah keamanan dan privasi menjadi masalah baru karena jika kita sudah meletakkan suatu data dalam internet maka itu bisa dilihat oleh masyarakat luas apabila data tersebut sangat rahasia maka bisa menyebabkan kefatalan dalam mengelola sesuatu. Selain itu belum banyak dukungan dari berbagai pihak karena beberapa masalah dalam komputasi awan. Beberapa masalah yang timbul disebabkan karena masih barunya teknologi komputasi awan dalam penyimpanan sebuah data dalam internet. Masalah lain yang dapat timbul selain diatas adalah dengan banyak para peretas yang muncul dari berbagai dunia dalam meretas internet membuat vendor harus berhati-hati dalam mengelola sumber daya yang dipakai dalam komputasi awan.

2.3 Adopsi Cloud Perusahaan Diprediksi Kian Tinggi




2.4 Cloud computing dan Perpustakaan

Salah satu pergeseran besar tentang bagaimana perpustakaan memanage “kekayaannya” telah berubah dari model tercetak ke model penggunaan database dan jurnal-jurnal elektronik, transisi ini membantu perpustakaan untuk mengukur skala sumber daya mereka, dan memberikan layanan yang lebih baik dengan hanya berpikir sedikit berbeda tentang bagaimana cara nya menyediakan koleksi perpustakaan. Cloud Computing memungkinkan teknologi untuk dapat menyediakan tentang bagaimana menyediakan sumber daya komputasi, Solusi komputasi awan memberikan kesempatan perpustakaan untuk menghemat waktu dan sumber daya, dan juga kembali mengalokasi kan sumber daya untuk meningkatkan layanan. Distribusi perpustakaan digital, didasarkan pada ide bahwa terdapat hal yang menarik, dimana koneksi antar data tidak bisa dimiliki dan disimpan dalam satu tempat saja, mengingat banyaknya cara mengakses sumber-sumber informasi, dimana seseorang akan mendapatkan layanan yang berbeda dan pengaturan konfigurasi yang berbeda pula jika mengkases informasi dari tempat yang berbeda-beda.
Solusi komputasi awan menyediakan layanan yang dapat diakses kapan saja, dan dimana saja oleh pengguna tanpa memerlukan lagi pengaturan disetiap end devide yang digunakan. Komputasi awan didasarkan pada konsep yang sederhana, dimana data dapat disimpan dan diakses menggunakan jaringan skala besar, server yang kuat digunakan untuk menangani tugas-tugas yang berat, komputasi awan menggunakan virtualisasi untuk memisahkan perangkat lunak (software) dari perangkat keras (hardware), menyediakan sistem pengamanan yang terpusat, bersamaan dengan sistem komunikasi berkecepatan tinggi dan melayani kebutuhan manajemen data tingkat lanjut, dimana komputasi yang menggunakan komputasi klien dianggap tidak praktis.

BIG DATA



'Big Data', pastinya banyak diantara kita yang masih asing dengan istilah tersebut. Namun belakangan ini istilah 'Big Data' menjadi topik pembahasan dominan di bidang industri teknologi dan informasi (TI) dunia. Awalnya Big Data adalah sebuah sistem teknologi yang diperkenalkan untuk menanggulangi 'ledakan informasi' seiring dengan semakin bertumbuhnya ekosistem pengguna perangkat mobile dan data internet. Pertumbuhan perangkat mobile dan data internet ternyata sangat mempengaruhi perkembangan volume dan jenis data yang terus meningkat secara signifikan di dunia maya. Berbagai jenis data, mulai data yang berupa teks, gambar atau foto, video hingga bentuk data-data lainnya membanjiri sistem komputasi.
Tentunya hal ini perlu jalan keluar. Dan Big Data adalah solusi yang kerap digaungkan beberapa waktu belakangan ini. Sejatinya hingga saat ini belum ada definisi resmi dari istilah Big Data. Akan tetapi kemunculnya memang dianggap solusi dari fakta yang menunjukkan bahwa pertumbuhan data dari waktu ke waktu telah melampaui batas kemampuan media penyimpanan maupun sistem database yang ada saat ini.
Berdasarkan beberapa uraian di atas dapat ditarik sebuah tesis bahwa big data merupakan teknologi baru di dunia teknologi komunikasi dan informasi yang memungkinkan menyimpan file atau dokumen dalam berbagai format dengan kapasitas yang besar. Teknologi big data memungkinkan proses pengolahan, penyimpanan dan analisis data dengan kapasitas besar dengan berbagai format.
Sementara itu IBM di situs resminya mendefinisikan Big Data ke dalam tiga istilah yaitu volume, variety , dan velocity. Volume di sini berkaitan dengan ukuran media penyimpanan data yang sangat besar atau mungkin tak terbatas. Misalnya google dan facebook yang setiap hari mendapatkan ribuan bahkan jutaan record yang harus disimpan dan diporses. Jumlah tersebut hanya dalam sehari, Oleh karena itu teknologi big data mencoba mengatasi kondisi tersebut.
Velocity dapat diartikan sebagai kecepatan proses. Kecepatan proses umumnya berbanding lurus dengan kapasitas penyimpanan. Makin besar data yang tersimpan, kecepatan akses data semakin kecil. Jika data terus bertambah setiap hari, kecepatan akses akan terus melambat. Permasalahan itulah yang coba diatasi juga oleh teknologi bog data.
Variety berarti tipe atau jenis data yang dapat diakomodasi. Variety ini yang menjadi kelebihan utama dari big data. Kemampuan dalam mengolah, menyimpan dan memproses data dalam format yang beragam. Kemampuan ini yang menurut saya menjadi pembeda yang cukup signifikan dari teknologi-teknologi penyimpanan lainnya.
Dengan begitu, Big Data dapat diasumsikan sebagai sebuah media penyimpanan data yang menawarkan ruang tak terbatas, serta kemampuan untuk mengakodasi dan memproses berbagai jenis data dengan sangat cepat. Di sektor bisnis Big Data, Google bisa dikatakan sebagai pelopor. Perusahaan yang berbasis di Mountain View, California itu di tahun 2006 sempat memperkenalkan Google Bigtable. Bigtable merupakan sistem database berskala besar dan cepat yang digunakan Google untuk mengolah berbagai jenis data dari berbagai layanan, termasuk data dari layanan mesin pencari berbasis internet milik mereka. Setelah Google, jejaring sosial milik Mar Zuckerberg, Facebook, pun menerapkan sistem database sejenis untuk menangani melonjaknya pengguna layanan mereka. Dengan teknologi Big Data, Facebook tak pernah kesulitan untuk menangani peredaran data yang melonjak drastis dalam enam tahun terakhir yang berasal dari 1 miliar pengguna jejaring sosial mereka.

RFID

                                                            Tekhnologi RFID

RFID telah dikenal sejak tahun 1940-an, namun baru pada saat sekaranglah dapat dicapai perkembangan yang pesat menjadi teknologi murah dan efektif untuk digunakan di berbagai bidang. RFID atau Radio Frequency Identification, adalah sebuah sistem identifikasi melalui frekuensi radio dengan melibatkan perangkat keras yang dikenal sebagai interogator atau pembaca dan tag , juga dikenal sebagai label , serta perangkat lunak atau RFID middleware RFID. Sebagai metode pengidentifikasian obyek maka RFID dapat digunakan untuk menyimpan atau menerima data secara jarak jauh dengan menggunakan suatu piranti bernama RFID tag atau transponder.
RFID merupakan salah satu teknologi dari sistem pengindentifikasian suatu objek secara otomatis(Auto ID) selain barcode Optical character Recognition(OCR), biometric, dan Smartcard (Finkenzeller,2003). Berbagai pengindentifikasian tersebut telah banyak membantu dalam berbagai bidang pengidentifikasian objek yang dapat dikembangkan dan diterapkan untuk militer dan pemerintahan, rumah sakit, sekolah, universitas, lembaga riset dan laboratorium, penerbangan, paspor, bisnis retail, transportasi, gerbang jalan tol, museum, pergudangan, perpustakaan, parkir, dan banyak lagi lainnya.
Seperti yang sudah disebutkan diatas kita mengetahu betapa pentingnya teknologi RFID pada era zaman sekarang ini. RFID akan memudahkan kita dalam melakukan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan input data dan pengidentifikasian. Cara kerja RFID yaitu, dengan cara meletakkan suatu alat yang mana alat tersebut diletakkan pada sebuah benda atau hewan ataupun sebuah data yang dapat dibaca dari jarak jauh. Suatu sistem RFID dapat terdiri dari beberapa komponen, seperti tag, tag reader, tagprogramming station, circulation reader, sorting equipment, dan tongkat inventory tag. Kegunaan dari sistem RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari tag yang kemudian dibaca oleh RFIDreader dan kemudian diproses oleh aplikasi computer. Data yang dipancarkan dan dikirimkan tadi bisa berisi beragam informasi, seperti ID, informasi lokasi atau informasi lainnya.
RFID tag seringkali dianggap sebagai pengganti dari barcode. Ini disebabkan karena RFID memiliki berbagai macam keuntungan dibandingkan dengan penggunaan barcode. RFID mungkin tidak akan seluruhnya mengganti teknologi barcode, dikarenakan faktor harga, tetapi dalam beberapa kasus nantinya penggunaan RFID akan sangat berguna. Keunikan yang dimilikinya adalah bisa dilacak dari suatu lokasi ke lokasi yang lainnya. Hal ini dapat membantu perusahaan untuk melawan aksi pencurian dan bentuk-bentuk product loss yang lainnya. RFID juga sudah diajukan untuk penggunaan pada point-of-sale yang menggantikan kasir dengan suatu mesin otomatis tanpa harus melakukan barcode scanning. Hal ini tetapi harus dibarengi dengan turunnya harga RFID tag agar bisa digunakan secara luas di masyarakat.

SEJARAH SINGKAT

           RFID pertama kali diperkenalkan pertamakali sebagai alat spionase Pemerintah Rusia oleh Leon Theremin sekitar tahun 1945. Namun sebenarnya alat yang dipakai Theremin ini sebenarnya masih bersifat pasif sebagai alat pendengar dan bukan berujud suatu identification tag. Teknologi yang digunakan oleh RFID sendiri sebenarnya sudah ada sejak tahun 1920 an. Suatu teknologi yang lebih dekat dengan RFID, yang dinamakan IFF transponder, beroperasi pada tahun 1939 dan digunakan oleh Inggris pada Perang Dunia II untuk mengenali pesawat udara musuh atau teman. Implementasi RFID saat ini semakin menarik perhatian banyak karena digunakan oleh supermarket atau retailer.

TIPE DAN FREKUENSI RFID

            Ada tiga jenis penyimpanan data dalam tag RFID. Ini adalah baca-tulis, hanya membaca dan WORM (menulis pernah membaca berkali-kali). Data Sebuah tag read-write s dapat ditambahkan ke atau ditimpa. Baca tag hanya memiliki data yang hanya dapat dibaca, tidak ditambahkan atau ditimpa. Tag WORM dapat memiliki data tambahan tetapi tidak dapat ditimpa. Tag RFID(transfonder) akan mengenali diri sendiri ketika mendekteksi sinyal dari perangkat yang hanya dapat dibaca saja (Red only) dibaca dan ditulis (Read/Wtite) sekali tulis dan banyak baca (write once read many) juga tidak memerlukan kontak langsung maupun jalur cahaya untuk dapat beroperasi RFID dapat berfungsi pada berbagai variasi kondisi lingkungan dan menyediakan tingkat integritas data yang tinggi.
            Ada empat macam RFID tag yang sering digunakan bila dikategorikan berdasarkan frekuensi radio, yaitu:
o    low frequency tag (antara 125 ke 134 kHz)
o    high frequency tag (13.56 MHz)
o    UHF tag (868 sampai 956 MHz), UHF tag tidak bisa digunakan secara global, karena tidak ada peraturan global yang mengatur penggunaannya.
o    Microwave tag (2.45 GHz)

SISTEM DAN CARA KERJA RFID

Suatu sistem RFID dapat terdiri dari beberapa komponen, seperti tag, tag reader, tag programming station, circulation reader, sorting equipment dan tongkat inventory tag. Keamanan dapat dicapai dengan dua cara. Pintu security dapat melakukan query untuk menentukan status keamanan atau RFID tag-nya berisi bit security yang bisa menjadi on atau off pada saat didekatkan ke reader station. Kegunaan dari sistem RFID ini adalah untuk mengirimkan data dari piranti portable, yang dinamakan tag, dan kemudian dibaca oleh RFID reader dan kemudian diproses oleh aplikasi komputer yang membutuhkannya. Data yang dipancarkan dan dikirimkan tadi bisa berisi beragam informasi, seperti ID, informasi lokasi atau informasi lainnya seperti harga, warna, tanggal pembelian dan lain sebagainya.

KEUNGGULAN
RFID memiliki dua keunggulan yang membedakan dengan barcode optic yaitu :
a.       identifikasi unik sebuah tag RFID mampu merekam lebih banyak data transaksi secara unik dari jutaan objek yang identik seperti : seriaL number, expired date dan lain-lain. Sehingga informasi dari sebuah item yang menggunakan RFID tag dapat dengan mudah diketahui. Hal ini berbeda dibanding barcode yang hanya dapat mengindentifikasikan tipe obyek tempat ia dicetak. 
b.      segi otomasi, RFID menggunakan frekuensi radio untuk mengirimkan informasi atau data antara RFID tag dengan RFID readernya, sehingga tidak diperlukan kontak fisik diantara keduanya untuk dapat berkomunikasi. Tag RFID  dapat dibaca tanpa kontak line-of-sight dan tanpa penempatan yang presisi, Reader RFID dapat melakukan Scan terhadap tag-tag sebanyak ratusan perdetik. Hal ini berbeda dengan Barcode optic yang pada saat melakukan Scanning memerlukan kontak line-of-sight dengan reader, dan tentu saja peletakan fisik yang tepat dari objek yang discan. Kecuali pada lingkungan yang benar-benar terkontrol, scanning terhadap barcode memerlukan campur tangan manusia, sebaliknya tag-tag RFID Sebagai suksesor dari barcode, RFID dapat melakukan control otomatis untuk banyak hal.

Adapun kelebihan daripada RFID dibandingkan alat-alat yang sejenis yaitu :
·         Data yang dapat ditampung lebih banyak daripada alat bantu lainnya (kurang lebih 2000 byte)
·         Ukuran sangat kecil (untuk jenis pasif RFID) sehingga mudah ditanamkan dimana-mana
·         Bentuk dan design yang flexibel sehingga sangat mudah untuk dipakai diberbagai tempat dan kegunaan karena chip RFID dapat dibuat dari tinta khusus.
·         Pembacaan informasi sangat mudah, karena bentuk dan bidang tidak mempengaruhi pembacaan, seperti sering terjadi pada barcode, magnetik dll.
·         Jarak pembacaan yang flexibel bergantung pada antena dan jenis chip RFID yang digunakan. Seperti contoh autopayment pada jalan tol, penghitungan stok pada ban berjalan, access gate.
·         Kecepatan dalam pembacaan data.

MANFAAT DAN KEGUNAANNYA
RFID juga dipergunakan untuk mempermudah dan mempercepat transaksi pada sebuah Retail Store, antara lain untuk :
a.       Smart Shelf : Smart Shelf yang berbasis RFID dapat mendeteksi keberadaan setiap item pada sebuah rak. Ketika sebuah item diambil dari rak, maka sistem dapat mendeteksi item yang diambil oleh pelanggan, memberikan tanda dan mencatat item yang diambil, sehingga dapat dilakukan real-time shelf inventory. Selain itu, perilaku pelanggan dapat dicatat dalam database dan dipergunakan untuk strategi marketing.
b.      Pada saat pelanggan selesai berbelanja dan akan membayar di kasir (check out), maka RFID Reader secara otomatis mendeteksi seluruh item (merchandise) yang akan dibeli oleh pelanggan, hal ini biasanya dilakukan dengan melakukan scanning satu per satu item oleh kasir. RFID Reader membaca RFID Chips yang melekat pada setiap item melalui frekuensi radio, kemudian secara virtual melakukan scanning terhadap seluruh item. Kemudian RFID Reader akan mengkomunikasikan dengan Server untuk men-generate penjualan pada register secara otomatis.
c.       Sales Return dapat dengan mudah dilakukan, karena sistem secara otomatis memeriksa barang yang dikembalikan , pelanggan dapat membawa atau mengembalikan RFID-tag pada item tanpa struk (store receipt), tag ini kemudian akan me-refer ke database untuk mengetahui waktu pembelian, harga beli saat itu (original price), bahkan informasi kartu kredit, dan lain-lain. Informasi detail tentang Sales Return ini juga akan membantu Store untuk mengupdate status stok dari item yang dikembalikan.

·         Akan terjadi kekacauan informasi jika terdapat lebih daripada 1 chip RFID melalui 1 alat pembaca secara bersamaan, karena akan terjadinya tabrakkan informasi yang diterima oleh pembaca (kendala ini dapat terselesaikan oleh kemampuan akan kecepatan penerimaan data sehingga chip RFID yang masuk belakangan akan dianggap sebagai data yang berikutnya).
·         Jika terdapat freq overlap (dua freq dari pembaca berada dalam satu area) dapat memberikan informasi data yang salah pada komputer/pengolah data sehingga tingkat akuransi akan berkurang (permasalahan ini dipecahkan dengan cara pengimplementasian alat diteksi tabrakan freq atau menata peletakan area pembacaan sehingga dapat menghindari tabrakan).
·         Gangguan akan terjadi jika terdapat freq lain yang dipancarkan oleh peralatan lainnya yang bukan diperuntukkan untuk RFID, sehingga chip akan merespon freq tersebut (freq Wifi, handphone, radio pemancar, dll).
·         Privasi seseorang akan secara otomatis menjadi berkurang, karena siapa saja dapat membaca informasi dari diri seseorang dari jarak jauh selama orang tersebut memiliki alat pembaca, sebagai contoh seseorang dapat membaca jumlah uang yang dimiliki orang lain didalam dompetnya.

Konsep dan perencanaan pengimplementasian RFID dimasa sekarang dan akan datang:
·         Pada sebuah gedung apartment telah menggunakan smart tag (RFID sekarang) sebagai penganti kunci akses menuju gerbang apt, lift (lantai yang dapat diakses dibatasi), tempat fasilitas.
·         Pada masa yang akan datang setiap manusia akan ditanamkan chip RFID sebagai pengganti kartu pengenal, dimana didalam chip tersebut akan tersimpan informasi mengenai orang tersebut dan jenis chip yang akan ditanamkan adalah jenis aktif chip. Sebagai prototype project chip tersebut telah diuji cobakan pada binatang peliharaan (seperti kucing, anjing dimana pada saat binatang tersebut ditemukan dijalanan akan diketahui pemilik dari binatang tersebut), pada tahanan khusus Amerika (penganti no tahan yang ditato pada tangan tahanan).
·         Prototype smart home telah dibuat, dimana seluruh pintu rumah, lampu dan perlengkapan lainnya akan secara otomatis merespon orang yang memiliki chip tersebut dan mengaktifkan segala sesuatu sesuai dengan karakter dari orang tersebut.
·         Sebagai Smart Tag pada passport sehingga birokrasi pada imigrasi dapat diminimalisasi (teknologi ini telah diterapkan di Malaysia, yaitu dibandara internasional terdapat ruang imigrasi khusus bagi warga Malaysia, dimana seseorang masuk kedalam ruangan tersebut, menaruh passport pada sebuah kotak kecil, dan menindai sidik jari, jika orang tersebut merupakan orang yang benar, maka pintu menuju ruang keberangkatan akan secara otomatis terbuka dan data tentang keberangkatan akan tercatat secara otomatis, jika tidak maka pintu masuk sebelumnya terbuka dan orang tersebut keluar dari ruangan tersebut. Segala aktifitas dari orang-orang yang terdapat didalam ruangan tersebut akan di awasi dari ruangan lainnya oleh seorang petugas imigrasi melalui monitor). Namun teknologi RFID pada passport ini telah membawa masalah disalah satu negara eropa.
·         Dimasa yang akan datang, pelebelan pada seluruh produk kebutuhan sehari-hari (seperti sampoo, sabun, makanan) akan dialihkan dari teknologi barcode menuju RFID sehingga dapat dikombinasikan dengan teknologi pembayaran yang berbasis RFID, dimana seseorang yang berbelanja di supermarket tidak perlu antri berlama-lama ria di counter kasir, karena seluruh barang belanjaan akan diditeksi secara otomatis oleh gate check out dan pemotongan rekening pada rekening yang terdaftar pada chip pembayaran secara otomatis.

CAMTASIA: CAMTASIA STUDIO

Camtasia studio adalah suatu software atau aplikasi berfungsi untuk merekam berupa video, suara dan bahkan wajah kita sendiri dalam mempresentasikan jalannya kursor atau mouse atau aplikasi yang sedang dijalankan oleh layar computer dan beberapa konversi mengedit video. Camtasia studio dikembangkan oleh TechSmith Corporation, bermanfaat untuk membuat tutorial video dan power point berbasis pembelajaran dalam multimedia dan e-learning untuk mempermudah presentasi dan mudah dipahami oleh pengguna. Jalanya software ini adalah untuk mengedit, menangkap video dari layar computer dan dapat merekam music atau suara kita sendiri. Pada Camtasia 7 berfokus pada produksi High Definition dan berbagai pengaturan baru untuk mendapatkan keseimbangan yang tepat antara definisi tinggi dan kemudahan penggunaan. bantuan ini telah diperbarui ditambah tutorial online definitif. Sebuah wilayah konten baru ditambahkan untuk menampilkan template, musik, dan lain-lain. Ini dipasok dari vendor pihak ketiga (Digital Juice), konten tambahan juga tersedia untuk pembelian. Perubahan lain termasuk efek video baru dan penyesuaian kursor dari link ketika berbagi video, serta wizard produksi ditingkatkan untuk meng-upload video ke YouTube.
Ada beberapa fitur yang ada dalam Camtasia studio ini yaitu Power Point plug-in (untuk presentasi catatan), fokus pintar (untuk membuat video yang zoom in pada bagian yang diperlukan untuk menunjukkan), efek klip dan transisi. Camtasia studio juga memiliki aplikasi-aplikasi tambahan seperti editor audio, penyajian CD / MenuMaker, dan alat konversi untuk output produksi di MP4, FLV, AVI, WMV, MOV, animasi GIF, audio MP3, dll.
Ada tiga cara untuk memproduksi sebuah video dengan Camtasia, yaitu merekam langsung dari kamera, mengambil gambar dan video yang ada di dalam hard disk, dan memproduksi paket video sekaligus membaginya ke teman dan kolega Anda. Untuk merekam, ada banyak pilihan yang bisa digunakan oleh pengguna. Untuk merekam layar misalnya. Anda tidak hanya merekam pergerakan mouse, tetapi juga dapat ditambahkan efek-efek animasi dan audio untuk memperjelas video yang Anda buat. Area yang direkam pun bisa Anda atur dengan bebas. Anda bisa merekam dalam mode full screen atau window.  Proses perekaman bisa juga Anda tambahkan audio lewat mikrofon.  

Terdapat empat navigasi utama untuk yang dapat gunakan yaitu sebagai berikut :
a.    Record untuk merekam keseluruhan aktivitas atau kegiatan pada desktop computer
b.   Edit untuk menyunting hasil record (rekaman yang sebelumnya telah direkam pada desktop computer)
c.    Produce untuk memproduksi hasil rekaman yang telah di record serta di edit sebelumnya
d.   Share sebagai finishing atau penyelesaian hasil akhir dari ketiga navigasi diatas, kita bisa share hasil record yang telah dibuat ke dalam bentuk CD, DVD, MPEG4, IPOD,  atau menyimpannya kedalam blog atau web yang kita punya

Keuntungan camtasia studio
1.      Camtasia studio lebih efisien dan hemat waktu karena kita mudah untuk membuatnya
2.      Adanya system Drag and Drop membuat pemindahan data menjadi lebih mudah dan mempermudah dalam mengedit rekaman.
3.      Tersedia navigasi recorder untuk merekam aktifitas layar PC sehingga mempermudah kita dalam merekam jalanya aplikasi yang kita jalankan di layar pc.
4.      Tersedia efek transisi video untuk memperindah pergantian frame pada video
5.      Dapat menambah background music sesuai dengan yang diinginkan bukan hanya music dapat juga berupa rekaman suara kita sendiri bahkan bisa ditambahkan dengan gambar kita sendiri.
6.      Dengan adanya fitur recorder dalam camtasia studio dapat lebih mudah untuk mempelajari suatu aplikasi dengan melihat video, membuat video tutorial penggunaan suatu aplikasi atau pembuatan efek video.
7.      Penyunting video yang memberikan control penuh dalam menyunting video. Layar perekam tidak harus diambil dalam sekali rekam namun dapat disambung dengan video-video yang lainnya jika terjadi kesalahan. Dengan tersedianya menu penyuntingan, kamu dapat mengontrol setiap frame didalam video dan jika ingin mengubahnya camtasia selalu menyimpan video asli meskipun saat video penyuntingan dilakukan pemotongan klip.
8.      Menggunakan tools audio untuk merapihkan atau menjernihkan  suara yang mengganggu, atau mengatur tinggi rendahnya nada atau intonasi suara.
9.      Dapat memberikan fitur captioning baik itu captioning yang terbuka (saat pemutaran video muncul captioning) maupun captioning tertutup (captioning dimunculkan jika pengguna ingin menampilkan captioning)
10.  Mempermudah kita untuk membuat materi, fleksibel, menarik dan praktis.
11.  Ukuran file hasil recording lebih kecil Selain lebih kecil juga perekaman gambar lebih halus.

Kekurangan camtasia studio
1.      Software shareware program ini berbayar karena jika ingin menyebar luaskan harus memiliki kuota internet tapi bisa juga menggunakan wifi.
2.      Spesifikasi PC yang harus lumayan besar karena software camtasia ini membutuhkan memori yang lumayan banyak.
3.      apabila ada pengembangan software pasti ada penambahan icon-icon baru yang lebih baik dan kita harus mendownloadnya dan memakan memori yang agak banyak.

Camtasia studio mempunyai kegunaan yaitu sebagai berikut:
a. Pekerjaan
1.      Membuat konten untuk website perusahaan atau berbagi video mengenai perusahaan dengan bantuan Camtasia. Sehingga mempercepat kerja sama tim dan meningkatkan pemasaran tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.
2.      Fitur recording dan penyuntingan video pada Camtasia dapat membantu pelatihan kerja yang interaktif dan mendukung pembuatan video yang dapat ditonton dimanapun dan di perangkat-perangkat elektronik. Fitur Screencast membuat pelatihan kerja menjadi lebih cepat dan mudah
3.      Camtasia memudahkan untuk membuat video profesional untuk merespon klien dan dengan berbagi video klien dapat menggunakan video tersebut untuk waktu yang lama. Penggunaan Camtasia memudahkan penyuntingan video dengan kualitas yang baik.

b. Pendidikan
1.      Merekam aplikasi yang berjalan di Komputer kemudian sunting video pengajaran yang diinginkan. Sunting dapat disesuaikan dengan pelajaran menggunakan green screen atau webcam computer. Berbagi video dengan aman kepada setiap kelas atau ke salah satu pelajar, bahkan dapat juga membuat video pengajaran yang ditujukan untuk pengajar atau orangtua para pelajar.
2.      Menambahkan clickable hotspots berupa link yang ditujukan sesuai pelajaran yang indin dipelajari. Dapat juga menambahkan table yang berisi konten-konten pengajaran dan kolom pencarian untuk lebih memudahkan pengajaran. Pelajar dapat memilih topik pelajaran apa yang ingin ditonton.
3.      Mampu membuat quiz dan soal-soal yang telah dipelajari untuk melihat seberapa jauh perkembangan pelajar terhadap suatu pelajaran. Pelajar dapat mengerjakan kuis di masing-masing perangkat yang mereka miliki dapat berupa laptop, iPads, Tablet Android dan Smartphone. Pengajar menerima hasil test melalui email dan lampiran dalam bentuk excel untuk memudahkan penilaian.

c. Umum
1. Camtasia studio bisa untuk merekam presentasi power point
Dengan camtasia studio powerpoint add-in, kita dapat merekam dan mem-publish presentasi secara langsung yang meliputi ketepatan waktu slide, animasi, dan nurasi suara.
2. Video Pelatihan atau Training
Secara teknis, penempatan camtasia studio video secara online dapat mengurangi biaya karena pelanggan dapat mengakses jawaban dari pertanyaan sama yang sering ditannyakan dan muncul setiap hari.
3. Demo Produk
Perusahaan menggunakan camtasia studio 5 video untuk meningkatkan penjualan dengan membantu konsumen mengenai cara memahami produk atau pelayanan dari perusahaan tersebut.
4. Materi kursus atau kuliah online
Penempatan video pembelajaran dan presentasi secara online dapat menghapus rentang jarak dan waktu bagi fakultas dan siswa atau mahasiswa. Misalnya, Tom adalah profeser bidang matematika di University os Akrom ia menggunakancamtasia studio untuk membuat materi kuliah. materi kuliah tersebut dapat diakses selama 24 jam/hari sehingga dapat belajar kapan pun dan dimanapun mereka berada.
5. Menyimpan file dalam bentuk ekstensi file avi, mpg, wmp.
Yang dapat dioperasikan dimedia player atau Quick Time, sehingga dapat mengatur pemutaran video misalnya mempercepat video, mengulang video dan lain sebagainya. Meyimpan dalam bentuk Macromedia Flash Player sehingga bisa diputar di browser biasanya dijalankan dengan program Macromedia Flash Player dan penyimpanan dalam bentuk html. Dimana dalam type ini dapat browser ke internet sehingga para pengguna media pembelajaran interaktif ini dapat mengakses lewat internet.



·         Recording Feature
Pada Windows OS tidak terdapat fitur DV Camera sedangkan pada MAC OS tidak terdapat Restore Cursor Location After Pause, ScreenDraw, Capture Keyboard Input dan Lock to Application.
·         Editing Feature
Pada Windows OS terdapat Share Projects and Files Across Computers, SmartFocus, Captions, Title Clips, Callouts, Annotations, and Shapes, Video Effects, Audio Effects, Cursor Effects, Animations, Transitions, Direct Manipulation of Media on Preview Area (Canvas), Quizzing and Surveys, Add Markers, Blur, Highlight, Multiple Video and Audio Tracks, Hotspots, Clip Speed, Remove a Color kecuali Freeze Region yang tidak ada. Mac Os tidak terdapat Title Clips, Quizzing and Surveys.
·         Sharing Feature
Pada Windows OS Tedapat semua fitur Sharing namun pada MAC OS tidak terdapat ADD or EDIT Presets, Production Review, Batch Production, Produce a selection, Uploap video by FTP, Customize the flash Control dan Customize the flash About.


Untuk menjalankan Camtasia Studio 6, komputer harus memenuhi spesifikasi berikut:
·         Microsoft Windows XP or Windows Vista
·         Microsoft DirectX 9 or later version
·         1.0 GHz processor minimum ~ Recommended: 3.0 GHz
·         500 MB RAM minimum ~ Recommended: 2.0 GB
·         115 MB of hard-disk space for program installation
·         Camtasia Studio Add-in for PowerPoint requires PowerPoint 2000, 2002, 2003, or 2007
·         Production to the Apple iPod/iPod Touch/iPhone format requires Apple QuickTime 7.2 or later version

Untuk menjalankan Camtasia Studio 7, komputer harus memenuhi spesifikasi berikut:
·         Requireme1.5 GHz single-core processor
·         1GB RAM
·         500MB hard disk space
·         Microsoft DirectX 9.0
·         display dimensions of 1024x768 or greater

Operating System Compatibility       
·         Microsoft Windows 7
·         Microsoft Windows Vista
·         Microsoft Windows XP

Untuk menjalankan Camtasia Studio 8, komputer harus memenuhi spesifikasi berikut:
·         Microsoft Windows 7
·         Windows 8
·         Windows 10 (Recommended: 64 Bit versions)
·         Microsoft DirectX 9 or later version Microsoft .NET 4.0 (included)
·         Dual-core processor minimum ~ Recommended: Quad-core processor or better
·         2 GB RAM minimum (Recommended: 4 GB or more 2 GB of hard-disk space for program installation)
·         Display dimensions of 1024x768 or greater
·         Dedicated Windows-compatible sound card, microphone, and speakers (Recommended).